Thursday, September 14, 2017

Model Pakaian Adat Lampung dan Maluku

Model Pakaian Adat Lampung
Model Pakaian Adat Lampung dan MalukuLampung merupakan provinsi yang berada di Pulau Sumatera bagian selatan. Letak dari Provinsi Lampung sendiri dekat dengan Jawa. Sehingga tidak salah jika kondisi ini membuat Lampung menjadi tujuan transmigrasi masyarakat Jawa pada masa penjajahan terdahulu. Karena itulah Anda bisa melihat bahwa penduduk yang mendiami provinsi yang sangat terkenal dengan Way Kambas ini memiliki penduduk yang sangat heterogen. Karena ada banyaknya suku yang tinggal disini. Pakaian Adat Lampung adalah kebudayaan masyarakat Lampung yang hingga kini tetap lestari dan dipertahankan. Pakaian adat ini banyak digunakan saat menghadiri acara pernikahan ataupun menghadiri berbagai upacara keadatan dan tari tradisonal Lampung. Nah, dalam kondisi nyatanya, pakaian adat yang dipakai pria dan wanita memiliki perbedaan. Apa saja perbedaan itu. Berikut ulasannya.

Perbedaan Pakaian Adat Lampung untuk Pria dan Wanita


Pakaian adat yang sering dipakai oleh laki-laki asal suku Lampung biasanya dirancang dengan lebih sederhana. Yaitu dengan baju yang berlengan panjang dengan warna putih. Selain itu pakaian adat khas laki-laki Lampung ini memiliki celana yang panjang berwarna hitam, sesapuran, khikat akhir dan sarung tumpal. Sarung tumpal sendiri merupakan kain sarung yang menjadi khas budaya Lampung dengan proses penenunannya menggunakan benang yang berwarna emas. Sarung tersebut digunakan pada bagian luar celana. Sesapuran yang merupakan sehelai kain warna putih dengan rumbai ini diikat pada luar sarung tumpal tadi. Sedangkan khikat akhir adalah selendang yang berbentuk bujur sangkar yang melingkar pada bagian pundak laki-laki Lampung. Pakaian adat khas Lampung untuk wanita adalah pakaian adat yang tidak jauh berbeda dengan pakaian adat yang dikenakan laki-laki Lampung. Pakaian adat yang berasal dari Lampung yang dikenakan oleh wanita ini juga mempunyai sesapuran, sarung rumpai dan juga khikat akhir. Namun hal yang membedakannya hanya ada tambahan beberapa aksesoris yang digunakan untuk menambah estetis dan filosofi yang dimiliki pakaian ini.

Model Pakaian Adat Maluku


Provinsi Maluku adalah provinsi yang mempunyai sejarah terpanjang dari kebanyakan provinsi lain di Indonesia. Provinsi yang memiliki beragam kekayaan sumber daya alam ini adalah provinsi yang mempunyai kebudayan dan nilai luhur yang sangat tinggi. Salah satunya adalah pakaian adat yang dimiliki Provinsi Maluku itu sendiri. Pakaian adat khas Maluku ini dikenal sebagai Pakaian Cele atau nama lainnya adalah kain salele. Kain salele sendiri merupakan pakaian adat yang mempunyai filosofis yang sangat tinggi dengan keindahan pakaian tidak ada bandingnya dengan pakaian adat dari daerah lain.

Walaupun memiliki tampilan yang lebih sederhana dan tidak rumit seperti pakaian adat lainnya, pakaian adat Maluku dianggap menjadi wakil karakteristik yang dimiliki suku yang berada di bagian Kepulauan Maluku. Pakaian cele sendiri merupakan pakaian yang memiliki warna merah yang terang. Pakaian ini mempunyai motif garis berwarna emas yang geometris. Sehingga menambah kecantikan pakaian adat ini. Kain yang dimiliki Pakaian Cele sendiri sangat tebal namun sangat nyaman saat digunakan.

Perbedaan Pakaian Adat Maluku Cele Wanita dan Pria

Model Pakaian Adat Maluku
Untuk wanita, pakaian cele dipadukan dengan seutas kain sarung atau kebaya yang memiliki warna sama. Sedangkan pakaian adat pria yang terkenal dengan rempah-rempahnya ini berbentuk seperti jas. Jas ini dikenakan dengan balutan kemeja. Adapun alas kaki yang digunakan adalah sepatu vantovel warna hitam. Sama dengan beberapa pakaian adat khas Nusantara, khusus wanita pakaian adat Cele diberikan beberapa aksesoris yang tentunya akan menambah kecantikan dan juga menjadi penghias tampilan wanita Maluku yang mengenakannya. Baca: Model Pakaian Adat Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur

No comments:

Post a Comment