Friday, September 15, 2017

Model Pakaian Adat Palembang dan Riau

Model Pakaian Adat Palembang
Model Pakaian Adat Palembang dan RiauAda banyak sekali warisan budaya yang bisa kita dapatkan di tanah Kerajaan Sriwijaya, Palembang. Dan yang paling terkenal adalah pakaian adat Palembang yang mempunyai berbagai keunggulan. Pakaian adat ini sendiri saat ini banyak digunakan sebagai salah satu busana untuk melangsungkan acara pernikahan dan juga upacara adat. Nah, pada artikel kali ini kita akan membahas dua pakaian adat khas Palembang yang sering diidentikan dengan budaya Melayu ini. Pakaian Adat yang dimiliki Palembang sendiri terdiri dari 2 jenis pakaian. Kedua pakaian tersebut adalah Aesan Geda serta Aesan Pasangko. Kata “Aesan”sendiri berarti pakaian. Ingin tahu apa perbedaannya, berikut penjelasannya.

Model Pakaian Adat Palembang Aesang Gede dan Aesan Paksangko


Aesan Gede merupakan jenis pakaian kebesaran. Pakaian tersebut melambangkan keagungan dari kerajaan Sriwijaya pada masa kejayaannya dahulu. Pakaian ini berbalut dengan tampilan warna merah yang dikombinasikan dengan sulaman warna keemasan yang mempesona. Pakaian adat ini mempunyai filosofis jika Pulau Sumatera layak mendapatkan julukan swarnadwipa atau yang diartikan sebagai pulau emas. Pakaian adat Aesang Paksangko ini berbeda dari pakaian adat dari Palembang sebelumnya. Pakaian adat ini adalah pakaian adat yang melambangkan berbagai segi keanggunan dari pemakainya. Gaya berpakaian laki-laki dalam pakaian adat aesan asangko ini menggunakan songket lepus dengan sulaman emas, songket, jubah yang memiliki motif yang bertaburan bunga warna emas. Sementara gaya berpakaian perempuannya terdiri dari baju kurung warna merah dilengkapi dengan motif bintang berwarna emas. Selain itu ada juga teratai yang digunakan sebagai penutup dada. Sebagai penutup bagian kepala, pakaian adat aesang paksangko ini dilengkapi dengan mahkota khas pakaian adat aesan paksangko.

Jenis Pakaian Adat Riau


Kebudayaan Melayu sangat berkembang di Sumatera. Sehingga tidak salah ada banyak sekali warisan kebudayaan yang tidak bisa dinilai dengan uang. Salah satu warisan kebudayaan yang tidak bisa disangkal lagi adalah masyarakat yang memiliki darah Melayu Riau. Ada banyak sekali peningggalan yang bisa kita temui. Salah satunya adalah Pakaian Adat Riau. Pakaian adat dari Riau ini sendiri sangat bermacam-macam. Karena disesuaikan dengan kebutuhan dan keperluan masyarakat tersebut.

Pakaian Adat Riau untuk Upacara Keadatan


Ada banyak sekali acara upacara yang sering diselenggarakan oleh masyarakat Riau. Salah satunya adalah upacara pelantikan, penobatan raja baru, penerimaan anugerah, penyambutan tamu, serta masih ada banyak jenis upacara lainnya. Nah, saat upacara ini sendiri umumnya setiap masyarakat memiliki pakaian adat khas Riau yang berbeda. Contoh saja, untuk masyarakat Riau yang berjenis kelamin laki-laki sering menggunakan Pakaian adat Kurung Cekak Musang. Dan, wanita lebih sering menggunakan pakaian adat Kurung Tulang Belut dan Baju Kebaya Laboh Cekak Musang yang terbuat dari bahan dasar kain sutra.
Model Pakaian Adat Riau
Baju kebaya yang dikenakan saat upacara adat ini juga dibagi menjadi 2 jenis. Yaitu baju kebaya yang mempunyai warna hitam serta baju kebaya yang memiliki warna kuning. Yang mana biasanya baju kebaya yang memiliki warna hitam dikenakan saat menghadiri upacara peresmian raja baru, pembesar atau gubernur, menteri, ataupun bisa juga datuk. Sedangkan baju kebaya yang berwarna kuning dikenakan saat menghadiri upacara penyambutan tamu agung maupun upacara serah terima anugerah. Saat memakai pakaian adat ini biasanya perempuan Riau akan menghiasi rambutnya menggunakan sanggul joget yang dikenal dengan sanggul yang terbuat dari lipatan pandan yang memiliki hiasan dari bunga goyang. Beberapa pakaian adat Riau ini sendiri hingga saat ini masih dikenakan. Karena menurut masyarakat Riau, pakaian adat yang mereka miliki mampu memberikan kepercayaan diri yang tinggi pada pemakainnya. Baca: Model Pakaian Adat Lampung dan Maluku

No comments:

Post a Comment