Saturday, September 16, 2017

Model Pakaian Adat Sulawesi Selatan dan Utara

Model Pakaian Adat Sulawesi Selatan
Model Pakaian Adat Sulawesi Selatan dan Utara - beberapa suku yang menetap di Sulawesi Selatan sebenarnya memiliki khas dan karakteristik pakaian adat yang beragam. Namun, pakaian adat Bodo adalah pakaian adat yang resmi dan sebagai ciri khas dari Provinsi Sulawesi Selatan. Menurut kibab patutung, kitab yang menjadi pedoman bagi suku makasar sejak jaman nenek moyang sudah disebutkan secara jelas bentuk, jenis, sampai dengan cara pemakaiannya. Baju bodo sendiri terbuat dari kain muslin. Dengan kerapatan kain yang renggang sehingga sangat pas dipakai di daerah beriklim tropis, karena akan sejuk bila dipakai. Baju adat ini disebut baju bodo gesung oleh masyarakat Makassar.

Dengan alasan baju ini memiliki gelembung pada bagian punggung. Untuk pakaian adat yang dikenakan oleh wanita merupakan baju dengan jenis tanpa lengan. Penggunaan jahitan hanya untuk menyatukan sisi kiri dan sisi kanan kain, dan utuk bagian bahu polos tanpa menggunakan jahitan. Untuk bagian atas sendiri diberi lubang tanpa jahitan untuk tempat masuk kepala. Dan untuk bagian bawah menggunakan sarung bermotif kotak kotak, yang pemakaiannya dengan cara dipegang menggukan tangan kiri atapun di gulung. Aksesoris Pakaian Adat Sulawesi Selatan untuk wanitapun cukup bergam. Mulai dari gelang, kalung, bando emas, dan cincin.

Baju bodo gesung hanya dipakai oleh kaum wanita di makasar, untuk kaum laki – laki memakai baju adat bernama bella dada. Pakaian Adat Sulawesi Selatan untuk laki – laki ini dilengkapi dengan lipa garusuk (kain sarung_ paroci (celana), serta passapu (peci). Model dari pakaian adat sendiri berbentuk jas berlengan panjang berkerah dengan kancing baju. Bahan bajupun berbeda dengan yang dipakai oleh kaum wanita, baju bella dada dibuat dengan bahan yang tebal. Biasanya menggunakan kain lipa garusuk atau lipa sabbe. Dan untuk warna menyesuaikan dengan selera.


Sulawesi utara merupakan salah satu daerah dengan 3 suku yang mayoritas berpada di daerah tersebut. Diantaranya adalah suku Bolaang Mangondow, Suku Sangihe Talaud dan Suku Minahasa. Dengan berbagi suku tersebut Pakaian Adat Sulawesi Utara pun beragam. Setiap suku memiliki peraturan tersendiri untuk pakaian adat.
Berikut ini penjelasan untuk Pakaian Adat Sulawesi Utara :
1. Suku Bolaang Mangondow, etnis suku yang memiliki kebudayaan yang maju pada masa silam. Maka pakaian adatnya pun beragam. Untuk keseharian, suku ini menggunaka kain yang terbuat dari serat pelepah nenas atau kulit kayu yag di tenun. Dan untuk pakaian adat yang digunakan pada upacara adat, suku ini menggunakan pakaian baniang untuk kaum pria dan salu untuk kaum wanita. Baniang adalah perpaduan dari pomerus (diikat di pinggang) dan destar (di ikat dikepala). Sedangkan untuk salu, pakaian dengan kain senket pelekat untuk atasan serta bawahan dengan hiasan emas pada bagian dada (hamunse). 

2. Suku Sanguhe Talaud – pakaian adat sari suku ini biasanya hanya digunakan saat berlangsungnya upacara Tulude. Pakaian dengan bahan yang terbuat dari serat kofo (tanaman sejenis pisang) yang di tenun. Nama pakaian sendiri adalah Laku Tepu. Bentuk dari pakaian ini berupa lengan panjang dengan untaian sampai tumit. Sedangkan aksesoris dari pakaian adat ini adalah, popohe (ikat pinggang), bandang (Selendang Bahu), Paporong (penutup kepala) dan kawihu (rok rumbia)

Model Pakaian Adat Sulawesi Utara
Suku Minahasa- dengan pakaian adat bernama bajang yang digunakan saat upacara adat. Pakaian ini terlihat lebih modern. Untuk kaum pria menggunakan bahwahan sarung, dan atasan kemeja serta pelengkap berupa dasi dan penutup kepala dengan bentuk segitiga. Sedangkan untuk kaum wanita menggunakan kebaya dan bawahan menggunakan kain dengan paduan warna sama (yapon). Dengan aksesoris perhiasan untuk sanggul, kalaung dan anting. Baca: Model Pakaian Adat Palembang dan Riau

No comments:

Post a Comment