Sunday, September 17, 2017

Model Pakaian Adat Sumatera Barat dan Utara

Model Pakaian Adat Sumatera Barat
Model Pakaian Adat Sumatera Barat dan Utara - Pakaian Adat Sumatera Barat- provinsi yang terkenal dengan suku Minangkabau ini memiliki pakaian adat yang sudah terkenal di penjuru nusantara. Namun perlu di ketahui bahwa ada nam tersendiri dari pakaian adat ini. Yang pertama adalah pakaian Bundo Kaduang atau Limapeh Rumah Nan Gadang yang dipakai oleh wanita yang telah menikah. Serta pakaian adat Penghulu untuk kaum pria. Berikut ini adalah penjelesan dari kedua pakaian tersebut. 

Bundo Kaduang atau Limapeh Rumah Nan Gadang- Pakaian yang memiliki nama cukup panjang ini merupakan simbol kebesaran untuk kaum wanita yang sudah menikah. Untuk wanita yang belum akan di kenakan pakaian lain. Limapeh sendiri memiliki arti tiang tengah pada bangunan rumah Sumatera Barat da memiliki flosofi bahwa wanita yang telah menikah merupakan tiang penyangga utama dari keluarganya. Sedangkan untuk kelengakapan Pakaian Adat Sumatera Utara untuk kam wanita ini cukup beragam. Antara lain baju batabue, tingkuluak, minsie, salempang, sarung, dukuah (kalung), galang atau gelang dan aksesoris lain. Yang paling terkenal dari pakaian ini adalah tingkuluak atau tengkuluk yang berupa penutup kepala berbentuk seperti atap rumah gadang atau kepala kerbau.

Baju Tradisonal Penghulu- sesuai dengan namanya Pakaian Adat Sumatera Barat untuk ka pria ini hanya boleh dipakai oleh para tetua dan orang tertentu dengan cara pemakaiannya suda diatur. Pakaian ini memiliki beberapa kelengkapan seperti, Deta, sarawa, baju hitam, cawek, sandang, sesamping, tungkek dan keris.

Pakaian Adat Sumatera Utara- provinsi ini memiliki beberapa suku meyoritas yang menghuni daerah tersebut. Dan yang paling terkenal dari suku di Sumatera Utara adalah suku batak. Namun masih ada 6 lagi suku yang mayoritas menjadi penghuni provinsi tersebut.
Maka langsung saja kita bahas Pakaian Adat Sumatera Utara dari suku yang sudah tidak asing lagi, yaitu suku batak.
  1. Pakaian adat suku batak – secara umum pakaian suku batak menggunakan kan ulos sebagai indentitas dan ciri utama dari pakaian adat. Kain ulos sendiri adalah kai yang di tenun menggunakan teknik manual dengan benang sutera berwana merah, hitam dan putih. Kemudian di hiasi dengan benang perak atau emas. Berikut adalah jenis – jenis kan ulos, ulos Bintang Maratur, ulos Antakantak, Ulos Mangiring, Ulos Bolean, dan sebagainya. Kaian ulos dibedakan menurut motif kain, jadi setiap jenis memiliki kegunaan dan filosofi yang berbeda.
  2. Pakaian adat Mandailing – pakaian adat suku ini hapir sama dengan suku batak. Yaitu berupa kain ulos yang di padu dengan pakain lain serta aksesoris untuk melengkapi pakaian tersebut.
  3. Pakaian adat nias – pakaian adat nias untuk laki – laki bernama Oholu sedangkan untuk wanitanya di sebut Oroba Si Oli, pakaian ini di dominasi dengan warna kuning atau emas.
  4. Pakaian adat Simalungun – pakaian adat dari suku ini hampis sama dengan suku batak. Namun kan ulos di suku ini di beri nama kain Hiou. Dengan pengenaan pakaian dilengkapi dengan aksesoris berupa penutup kepala dan kain. Penutup kepala untuk pria disebut gotong sedangkan untuk wanita disebut bulang. Dan untuk kain samping di sebut suri – suri.
  5. Pakaian adat pakpak – suku ini memiliki pakaian yang berbahan kain Oles. Kain tenun yang menjadi khas suku pakpak. Pakaian adat ini di hiasi dengan aksesoris yang mahal. Seperti kalung emas dengan permata. 
  6. Pakaian adat Melayu – pakaian adat suku melayu di sumatera utara mempunyai ciri khas seperti melayu Riau. Dengan baju kurung dan songket yang digunakan di pinggang.
  7. Pakaian adat karo – pakaian adat batak karo hampir sama dengan suku batak. Namun kain yan digunakan bernama kain Uis Gara. Kain ini memiliki warna dasar merah dan dengan motif warna hitam ataupun putih. 
Model Pakaian Adat Sumatera Utara
Baca: Model Pakaian Adat Sulawesi Selatan dan Utara

No comments:

Post a Comment