Wednesday, October 4, 2017

Model Pakaian Daerah Aceh dan Bali

Model Pakaian Daerah Aceh
Model Pakaian Daerah Aceh dan BaliNangroe Aceh Darusalam adalah Provinsi yang memiliki kebudayaan yang sangat kental akan nilai Islam. Oleh karena itu budaya di provinsi tersebut sangat terpengaruh oleh nilai Islam. Maka untuk pakaian adatnya pun tidak jauh dari aturan islam. Namun unsur melayu masih sangat erat ada di pakaian adat provinsi Aceh. Selain itu banyak perauran untuk memakainya. Berikut adalah penjelasan dari Pakaian Daerah Aceh :

Untuk kaum pria, pakaian adatnya disebut Baje Meukasah atau jas leher tertutup yang terdapat sulaman emas pada kerah baju. Pakaian Daerah Aceh untuk kaum pria ini di lengkapi dengan Cekak Musang atau celana panjang. Kemudian Ija Lamgugap (kain Sarung). Kain sarung sendiri terbuat dari sutera yang di songket. Lalu di bagian pinggang diselipkan rencong (siwah) berhiaskan emas atau perak dengan permata. Untuk kepala sendiri menggunakan dengan kopiah (makutup) kemudian di lilit oleh Tompok atau Tangkulok dari emas.

Sedangkan Pakaian Daerah Aceh untuk kaum wanita menggunakan baju kurung lengan panjang sampai pinggul. Dengan kerah baju menyerupai baju khas cina. Kemudian menggunaka celana cekak musang dan Ija Pinggang (sarung) yang dilipat sampai lutut. Untuk aksesoris sendiri cukup beragam, seperti Kula (Kalung), gelang kaki, gelang tangan, Pending (ikat pinggang) dan anting. Dan untuk bagian rambut dibentuk sanggul dan dihiasi dengan bunga. Namun dari pakaian tersebut terdapat variasi, diantaranya :

Ulee balang, pakaian untuk raja dan keluarga

Patut – patut, pakaian adat untuk para tokoh masyarakat

Untuk rakyat atau masyarakat biasa menggunaka pakaian adat tersebut pada saat upacara adat saja.

Pakaian Daerah Bali

biasanya dikenakan hanya pada waktu sembahyang oleh pemeluh agama hindu. Namun tak jarang pula masyarakat di bali memakainya dalam keseharian. Untuk pakian adat yag dipakai pria biasanya para kaum pria memakai aksesoris yaitu Udeng (ikat kepala), bentuk udeng sangat unik karena adanya simpul pada bagian tengah depan. Yang menyimbolkan bahwa orang yang memakai udeng selalu berpikir jernih serta memusatkan pikiran pada saat beribadah. Kemudian untuk baju masyarakat bali menggunakan baju tertutup yang hapir mirip dengan baju safari. Lalu aksesori lain yaitu kamen atau kan sepanjang 2 meter serta lebar 1 meter yang di ikat di pinggang. Kemudian Saput (kampuh) atau kain penutup untuk melengkapi kamen. Selain itu ada lagi Umpal (selendang Pengikat) yang berwarna kuning yang di ikat di pinggang.

Sedangkan untuk Pakaian Daerah Bali yang dipakai kaum wanita terdiri dari beberapa. Yaitu :

Kebaya – atasan yang dipakai kaum wanita dengan motif sederhana dan warna cerah. Pemilihan kebaya di nilai dapat menunjukan sisi cantik dari kaum wanita bali.

Kamen – penutup bagian bawah, dengan aturan memakainya hingga 1 telapak tangan dibawah lutut. Ini bertujuan agar wanita bali dapat melakukan pekerjaan dengan leluasa.

Selandang atau senteng – selendang ini digunakan kaum wanita dengan disampirkan dibahu. Pemakaian selendang berfilosofi bahwa kaum wanita bali harus ingat akan ajaran darma.

Bulang Pasang – aksesoris ini digunakan untuk mengikat kamen di pinggang yang berupa selendang berwarna kuning.

Sanggul – ada 3 jenis sanggul, pusung gonjer yang dipakai kaum wanita yang belum menikah, pusung tagel di gunakan bagi perempuan yang sudah menika, dan pusung kekupu yang digunakan oleh kaum wanita yang menjada
Model Pakaian Daerah Bali
Bunga – biasanya kaum wanita bali akan menyelipkan bunga di telinga saat akan melakukan sembahyang. Baca: Model Kebaya Modern Berjilbab Untuk Wisuda

No comments:

Post a Comment